*
Tampilkan postingan dengan label Renungan Harian Kristiani. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Renungan Harian Kristiani. Tampilkan semua postingan

Minggu, 05 Desember 2010

Belum selesai

Bacaan: Pengkhotbah 3:1-15

Tetapi manusia tidak dapat menyelami pekerjaan yang dilakukan Allah dari awal sampai akhir. - Pengkhotbah 3:11

ARTI NATAL YANG SEBENARNYA


Satu minggu sebelum Natal, saya kedatangan tamu. Begini ceritanya. Saya sedang bersiap-siap untuk tidur ketika saya mendengar suara berisik di ruang tamu. Saya membuka pintu kamar dan saya amat terkejut, Sinterklas tiba-tiba muncul dari balik pohon Natal.

Sinterklas tidak tampak gembira seperti biasanya. Malahan saya pikir saya melihat air mata di sudut matanya. "Apa yang sedang anda lakukan?" saya bertanya. "Saya datang untuk mengingatkan kamu … AJARILAH ANAK-ANAK!" kata Sinterklas. Saya menjadi bingung; apa yang dimaksudkannya?

DUA BAYI DALAM PALUNGAN


Pada tahun 1994, dua orang misionaris Amerika mendapat undangan dari Departemen Pendidikan Rusia untuk mengajar Moral dan Etika berdasarkan prinsip-prinsip Alkitab. Mereka mengajar di penjara-penjara, kantor-kantor, departemen kepolisian, pemadam kebakaran dan di panti asuhan.

Panti Asuhan yang mereka kunjungi cukup besar dengan sekitar seratus anak laki-laki dan perempuan yatim piatu penghuninya. Mereka adalah anak-anak yang dibuang, ditinggalkan dan sekarang dirawat dalam program pemerintah.

Inilah kisah para misionaris tersebut:

"Waktu itu menjelang Natal 1994, saatnya anak-anak yatim piatu kita - untuk pertama kalinya - mendengarkan kisah Natal. Kami bercerita tentang Maria dan Yusuf, bagaimana setibanya di Bethlehem, mereka tidak mendapatkan penginapan hingga mereka akhirnya menginap di sebuah kandang hewan. Di kandang hewan itulah akhirnya Bayi Yesus lahir dan dibaringkan bunda-Nya dalam sebuah palungan.

Senin, 29 November 2010

apakah kehidupan itu?


Berapa umur kita saat ini? 25 tahun, 35 tahun, 45 tahun atau bahkan 60 tahun... Berapa lama kita telah melalui kehidupan kita? Berapa lama lagi sisa waktu kita untuk menjalani kehidupan? Tidak ada seorang pun yang tahu kapan kita mengakhiri hidup ini.

mencari biji sesawi ajaib


Ada sebuah cerita Cina kuno tentang wanita yang begitu sedih karena anaknya meninggal dunia. Dalam dukanya, dia mendatang seorang bijaksana, “Doa seperti apa, adakah yang bisa dilakukan untuk membuat anak saya hidup kembali?”

Rabu, 24 November 2010

APA TUJUANNYA ?


APA TUJUANNYA ?

Dalam menjalani hidup ini kita semua memiliki tujuan. Tidak ada orang yang menjalani hidup hanya karena iseng saja. Semua ada tujuan ke masa depan. Saat seorang ilmuwan menciptakan sebuah karya, ia juga mempunyai tujuan yang jelas untuk dikemudian hari. Tidak ada seseorang yang menciptakan sesuatu itu hanya karena iseng atau tujuan tidak jelas.
Ketika Tuhan menciptakan kita, Ia juga memiliki tujuan yang jelas , yaitu : kita sebagai umat yang dibentuk-Nya harus menjadi umat yang memuliakan DIA, memberitakan kemasyhuran-NYA, oleh karena saat IA menciptakan kita, IA mau menunjukkan kemuliaan_NYA dalam hidup kita.

-Dampak Kebiasaan Buruk Bagi Orang Lain-


Anna adalah gadis yang hidup dari keluarga utuh. Dalam kehidupan keluarga Anna dekat dengan ibunya. Tapi ia tidak dekat dengan ayahnya, walaupun tidak dekat Anna menghormati dan tunduk terhadap perintah ayahnya.

Iman dan Obat


Bacaan Setahun : Mazmur 148-150

Nats : Janganlah lagi minum air saja, melainkan tambahkanlah anggur sedikit, berhubung pencernaanmu terganggu dan tubuhmu sering lemah (1 Timotius 5:23)

Bacaan : 1 Timotius 4:1-11


Berapa tahun yang lalu, seorang anak kecil yang sakit akhirnya meninggal karena orangtuanya menolak memanggil dokter. Mereka berpikir bahwa menggunakan obat berarti kurang beriman kepada Allah. Setelah anak itu meninggal, mereka berkata, "Ini adalah kehendak Tuhan."

Dalam 1 Timotius 5:23 Rasul Paulus menasehatkan agar Timotius meminum anggur untuk obat sakit perutnya dan untuk "tubuhnya yang sering lemah". Para ahli Alkitab tidak tahu pasti apa penyakit yang diderita Timotius. Ada yang mengatakan ia dalam kondisi gelisah. Yang lain berpendapat bahwa Paulus mengusulkan anggur sebagai ganti air yang tidak sehat.

Apapun masalahnya, Paulus menganjurkan Timotius untuk memakai anggur sebagai obat bagi kondisi fisik maupun emosionalnya. Sebelumnya Paulus telah mengatakan kepada Timotius bahwa:

"semua yang diciptakan Allah itu baik dan satu pun tidak ada yang haram jika diterima dengan ucapan syukur, sebab semuanya itu dikuduskan oleh firman Allah dan oleh doa" (1 Timotius 4:4-5).

Ini membuktikan bahwa Allah mengizinkan kita untuk menggunakan alat-alat yang tersedia untuk meningkatkan kesehatan, termasuk obat-obatan. Namun, ada satu syarat penting: kita harus berdoa dan menerimanya dengan ucapan syukur.

Betapa bersyukurnya kita atas kemajuan ilmu kedokteran yang meningkatkan kualitas hidup dan memberi kita umur yang lebih panjang untuk melayani Dia! Namun hendaknya kita selalu ingat bahwa dengan atau tanpa obat, Allah adalah sumber segala kesembuhan [DJD]

The God who graciously imparts the skill
To hands that practice healing arts is still
The solitary source of every breath, and He alone delivers us from death. ~ Gustafson

MEMOHON MUJIZAT DARI ALLAH BUKAN BERARTI BERHENTI MENGGUNAKAN ALAT-ALAT YANG ALLAH BERIKAN

Sumber: Renungan SABDA

Senin, 22 November 2010

Tidurkah Malaikat?

rt
Bacaan Setahun : Zakharia 13-14; Wahyu 21

Nats : Firman ini sangat dekat kepadamu, yakni di dalam mulutmu dan di dalam hatimu, untuk dilakukan (Ulangan 30:14)

Bacaan : Ulangan 30:11-14


Seorang teman saya memiliki seorang putri berusia lima tahun yang mulai menunjukkan minatnya pada bidang teologi. Pada suatu hari ia bertanya kepada ayahnya, “Apakah para malaikat tidur seperti kita?” Sesudah merenungkan dimensi teologis dari pertanyaan anaknya itu, ia menjawab, “Ya, mungkin mereka tidur.”

Putrinya itu kemudian melanjutkan dengan pertanyaan berikutnya, “Kalau begitu, bagaimana cara mereka mengenakan piyama supaya piyama itu dapat melewati sayap mereka?”

Tanpa kita sadari, kita mungkin sama seperti gadis kecil itu. Kita tampaknya tidak pernah berhenti menanyakan pertanyaan-pertanyaan menarik yang tidak perlu dijawab.

Keingintahuan adalah sesuatu yang sehat, tetapi terobsesi oleh hal-hal yang tidak penting tidaklah sehat. Pertanyaan-pertanyaan demikian dapat membelokkan kita dari iman.

Yang perlu kita ketahui mengenai Allah dan kehendak-Nya bagi kita sudah dinyatakan dengan jelas di dalam Kitab Suci. Selain itu firman yang disampaikan-Nya melalui Musa kepada umat-Nya juga benar bagi kita pada saat ini.

“Sebab perintah ini, yang Kusampaikan kepadamu pada hari ini tidaklah terlalu sukar bagimu dan tidak terlalu jauh... Firman ini sangat dekat kepadamu, yakni di dalam mulutmu dan di dalam hatimu, untuk dilakukan” (Ulangan 30:11,14).

Alkitab bukanlah teka-teki, melainkan suatu pewahyuan. Alkitab memberitahukan segala hal yang kita perlukan untuk mengetahui kehendak Allah di dalam setiap situasi kehidupan kita — Haddon Robinson

ALKITAB SAMA BIJAKSANANYA BAIK DALAM BAGIAN YANG DINYATAKANNYA MAUPUN YANG TIDAK DINYATAKANNYA

A MESSAGE FROM LINDA NEWKIRK

February 1, 2009

I have been sounding the alarm through the mouths of My prophets. They have heard ME tell of My intentions to come in months past. And, I have been ready! All in heaven is now prepared and ready and I am giving this one last shout! There shall be no other delay, past this one! I only delay now as My bowels of mercy and compassion have been moved to extend this time for a short time indeed! For, many of you, oh My Bride, stand on the brink of being ready! But, you are not ready!

Jumat, 19 November 2010

kristen make - up


Amsal 31:30
“Kemolekan adalah bohong dan kecantikan adalah sia-sia, tetapi isteri yang takut akan TUHAN dipuji-puji.”


Seorang wanita agar terlihat cantik di depan orang banyak maka ia akan berdandan. Ia akan me-make-up wajahnya dengan alat-alat kecantikan yang ia telah beli dari toko kecantikan tertentu. Pada satu sisi tujuan dari wanita merias wajah adalah baik, tetapi di satu sisi yang lain ada hal kurang baiknya.

Bagi yang terbiasa berdandan, ia tidak akan percaya diri dengan wajahnya yang tanpa make-up sehingga begitu keluar dari rumah maka wajahnya akan penuh dengan warna. Tidak jarang, untuk menipu wajah mereka yang sedang ditumbuhi jerawat maka mereka akan menebalkan riasan wajah agar tidak terlalu kentara dilihat orang.

Orang-orang Kristen sekarang ini cukup banyak yang berlaku layaknya seperti wanita yang me-make-up wajahnya. Agar terlihat orang lain sebagai pengikut Kristus yang taat dan baik, ia memoles habis-habisan sisi penampilan luarnya. Berpakaian rapi dan sopan, wangi, selalu melemparkan senyum kepada orang lain, dan hal-hal baik lainnya.

Jika boleh jujur, Allah tidak terlalu mementingkan semua itu. Dari Alkitab perjanjian lama sampai perjanjian baru diketahui bahwa Allah hanya concern dengan apa yang ada di dalam diri manusia. Bahkan saat Tuhan Yesus datang ke dunia dan melihat hidup ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi yang sepertinya saleh ketika itu, Dia justru memberikan kecaman kepada mereka.

Berpenampilan menarik dan simpatik di depan orang yang kita temui sebenarnya tidak salah, tetapi alangkah lebih baik jika kita lebih memfokuskan diri kepada apa yang dalam diri kita. Implikasinya, ketika kita melakukan apapun di depan orang lain maka apa yang kita lakukan itu benar-benar jujur, apa adanya.

Saat kita tersenyum kepada orang lain maka senyum yang kita lemparkan kepada orang lain itu adalah senyum yang berasal dari dalam hati kita. Saat kita memberikan semangat kepada orang yang sedang dalam putus asa, kata-kata yang kita keluarkan adalah kata-kata yang benar tulus dari dalam diri kita.

Jika ada diantara Anda saat ini yang masih menjadi Kristen make-up, berhentilah sekarang juga! Jadilah pribadi yang jujur kepada Allah dan sesama manusia karena sesungguhnya inilah kerinduan hati-Nya kepada setiap kita, anak-anak yang dikasihi-Nya.

Dari segala yang Allah lihat pada manusia, Dia lebih tertarik dengan hatinya, bukan yang lain.

Tuhan Yesus selalu setia


“Saat kupikirkan kebaikan-Mu tak pernah ku kekurangan. Dan saat
kurenungkan kesetiaan-Mu, esok kan kujelang tanpa keraguan surya kan
terus ada...” Lagu pujian yang dilantunkan grup band Giving My Best
(GMB) ini, membuat saya merenungkan betapa dahsyatnya kesetiaan Tuhan.
Janji Tuhan enggak pernah sekalipun lalai ditepati-Nya. Itu seb...abnya
Tuhan Yesus berkata,”Pandanglah burung-burung di langit, yang tidak
menabur dan tidak menuai dan tidak mengumpulkan bekal dalam lumbung,
namun diberi makan oleh Bapamu yang di sorga. Bukankah kamu jauh
melebihi burung-burung itu?” Kalo terhadap seekor burung aja Tuhan setia
memelihara, apalagi kepada kita.
Pernahkah di malam hari kita mengkuatirkan jangan-jangan besok pagi
matahari tidak akan terbit? Tentu saja kita bahkan tidak pernah
meragukan kesetiaan matahari untuk terbit setiap harinya. Kita juga
tidak pernah meragukan apakah esok matahari akan terlambat terbit. Kita
yakin bahwa matahari pasti terbit tepat pada waktunya. So, kalo terhadap
benda mati seperti matahari aja kita bisa percaya, terlebih lagi
seharusnya kita terhadap Tuhan.
Janji Tuhan dalam hidup kita senantiasa ditepati-Nya. Tuhan tidak
pernah lalai, lupa, apalagi mengingkari perkataan-Nya. Jadi, kenapa kita
masih aja ragu terhadap Firman Tuhan? Kita seharusnya enggak punya
alasan untuk meragukan Tuhan. Persoalannya justru terletak pada diri
kita sendiri. Apakah kita mempercayai kuasa Tuhan ataukah kita lebih
suka mengandalkan manusia dan kekuatan diri kita sendiri. Alkitab dengan
jelas menyatakan bahwa orang yang mengandalkan Tuhan akan senantiasa
diberkati.
Yang perlu kita lakukan agar janji-janji Tuhan digenapi dalam hidup
kita adalah: pahami janji-Nya (makanya kita perlu belajar Firman-Nya
setiap hari), lakukan bagian kita (lakukan syarat apa yang harus kita
penuhi), percayalah bahwa Dia setia (miliki iman!) dan akhirnya kita
akan melihat janji-Nya tidak pernah gagal dalam hidup kita. Jbu

-Adonan Kue Kehidupan-

sang nenek.

“Menjijikkan..” ungkap salah satu anak laki-laki itu.

“Bagaimana jika dua butir telur ini?”

“Tidak enak, nek,” sahut yang satunya.

“Baiklah, bagaimana jika tepung ini saja? Atau mau baking soda saja?”

”Nenek, semua itu tidak enak!” kata mereka bersamaan.

Akhirnya sang nenek pun menjelaskan:

“Ya, semua itu terasa tidak enak jika kamu makan sendiri-sendiri. Tetapi kalau kamu menggabungkan semuanya dan mengaduknya hingga merata, semua itu bisa berubah menjadi sebuah kue yang lezat. Tuhan bekerja dengan cara yang sama. Seringkali kita bertanya mengapa Tuhan mengijinkan kita mengalami hal-hal buruk berulang kali. Tetapi Tuhan tahu bahwa jika Dia menyatukan semua hal-hal buruk itu sesuai dengan kehendak-Nya, maka hal itu akan mendatangkan kebaikan! Kita hanya perlu percaya kepada-Nya dan akhirnya segala sesuatunya akan menjadi indah.”

Jika Anda mengalami hal buruk hari ini, ingatlah nasihat nenek di atas, bahwa jika Anda mengijinkan Allah bekerja dalam hidup Anda, pada akhirnya semua itu akan mendatangkan kebaikan, bukan bagi Anda saja namun juga bagi orang-orang di sekeliling Anda.

Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah.
Roma 8:28

-Glowing In The Dark-


Sepulang dari sebuah perjalan ke luar negeri, seorang pria membelikan oleh-oleh bagi istrinya berupa sebuah kotak korek api yang bercahaya dalam gelap. Saat ia memberikan kepada istrinya, ia ingin memperlihatkan pada istrinya bahwa kotak itu bisa bercahaya, namun sewaktu lampu di nyalakan kotak itu tidak mengeluarkan Cahaya.

“Dagelan yang tidak lucu,” demikian seru istrinya.

Dengan kecewa pria itu berkata, “Aku telah tertipu.”

Tapi saat istrinya membolak balik kotak korek api itu, dia melihat sederet kalimat dalam bahasa Perancis. Setelah bertanya pada seorang teman, ternyata kalimat itu berbunyi, “Jika Anda ingin saya bersinar pada malam hari, jemurlah saya di bawah terik matahari.” Karena itu si istri menempatkan kotak itu di jendela. Sorenya saat sang suami pulang, ia memadamkan lampu dan memperlihatkan pada suaminya bagaimana kotak itu sekarang bisa bercahaya.

Suaminya heran dan bertanya, “Apa yang kau lakukan?”

Istrinya menjawab, “Aku sudah tahu rahasianya. Kotak itu harus di jemur di bawah terang supaya dapat bercahaya.”

Sama halnya dengan orang percaya, jika kita ingin bersaksi di tengah gelapan dunia ini, kita harus berada di dalam terang Tuhan dulu. Berjemurlah dalam terang firman Tuhan, penuhilah hidup Anda dengan hadirat Tuhan, dan ijinkan Roh Kudus memakai hidup Anda untuk bercahaya dalam kegelapan.

Rasul Paulus menuliskan kepada orang percaya di Filipi seperti ini, “Supaya kamu tiada beraib dan tiada bernoda, sebagai anak-anak Allah yang tidak bercela di tengah-tengah angkatan yang bengkok hatinya dan yang sesat ini, sehingga kamu bercahaya di antara mereka seperti bintang-bintang di dunia, sambil berpegang pada firman kehidupan, agar aku dapat bermegah pada hari Kristus, bahwa aku tidak percuma berlomba dan tidak percuma bersusah-susah.” Filipi 2:15-16.

Anda tidak bisa bersinar dengan kekuatan Anda sendiri. Anda hanya bisa bersinar jika Anda berada dibawah terang Kristus Yesus.

Memang dahulu kamu adalah kegelapan, tetapi sekarang kamu adalah terang di dalam Tuhan. Sebab itu hiduplah sebagai anak-anak terang. -Efesus 5:8-

Rabu, 17 November 2010

Cara Hidup Tanaman


Amsal 16:20
Siapa memperhatikan firman akan mendapat kebaikan,
dan berbahagialah orang yang percaya kepada TUHAN.


Seorang tukang kebun mencoba mengadakan penelitian sederhana.

Ia menanam 2 tanaman yg sama pada lahan yg sama.
Yg membedakan hanya bagaimana cara dia merawat tanaman tsb.

-Tuhan Bekerja di Atas Kelemahan Kita-


“'Cukuplah kasih karunia-Ku bagimu, sebab justru dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna.' Sebab itu terlebih suka aku bermegah atas kelemahanku, supaya kuasa Kristus turun menaungi aku..” 2 Korintus 12:9

Kelemahan adalah suatu keterbatasan yang kita warisi atau kita dapatkan karena adanya suatu peristiwa yang terjadi di mana kita tidak punya kuasa menolaknya. Di dunia ini tidak ada manusia yang sempurna, baik itu secara fisik, emosi atau intelektual. Karena itulah tidak seharusnya seseorang bermegah atau membanggakan diri sendiri.

Bila kita merasa memiliki banyak kelemahan, tidak seharusnya kita menjadi takut, pesimis dan mengasihani diri sendiri, karena sesungguhnya semua orang pasti punya kelemahan. Mungkin saat ini kita merasa berada dalam kelemahan karena keterbatasan dalam hal keuangan (hidup dalam kekurangan atau tidak mampu secara ekonomi); terbatas secara pendidikan (tidak sekolah tinggi); keterbatasan secara fisik (cacat, punya sakit-penyakit) atau juga keterbatasan emosional (trauma, sakit hati, kepahitan, luka-luka batin) dan lainnya. Dari kesemuanya itu ada satu hal yang harus kita perhatikan yaitu kelemahan bukanlah masalah utama, namun yang terpenting adalah apa yang kita kerjakan ketika menyadari bahwa ada kelemahan dalam diri kita.

Adakalanya Tuhan mengijinkan ada kelemahan dalam hidup kita, dengan tujuan agar kita belajar rendah hati dan juga menunjukkan kuasaNya atas kita. Tuhan tidak pernah terkesan dengan orang-orang yang merasa dirinya pintar, kuat dan mampu dengan kekuatan sendiri, tetapi sangat tertarik kepada orang-orang yang menyadari dan mengakui keterbatasan, ketidakberdayaan atau kelemahannya. Banyak kisah dalam Alkitab tentang orang-orang biasa yang memiliki banyak kelemahan, namun hidupnya dipakai Tuhan secara luar biasa. Contohnya Musa, sebelum menjadi pemimpin besar Israel , ia adalah orang yang tidak percaya diri dan merasa tidak layak (Keluaran 4:10). Ingat! Walaupun kita memiliki kelemahan, Tuhan tidak bisa dibatasi oleh keterbatasan kita. Kita adalah bejana-bejana tanah liat, Dia penjunannya. Saat kita ijinkan Tuhan bekerja melalui kelemahan kita, Dia akan membentuk kita jadi bejana yang luar biasa.

Segala perkara dapat kita tanggung di dalam Tuhan karena Dia yang memberi kekuatan (Baca Filipi 4:13).


INFO K3:

*SMS Air Kehidupan :
Tuhan adalah penulis hidupmu, kamu merupakan karyaNya yang istimewa dan kebanggaanNya. DimataNya ada wajahmu.. DitanganNya ada namamu.. Dalam airmataNya ada cinta untukmu..
-Dia bisa memilih tempat dimana saja Dia mau, tapi Dia memilih tinggal dihatimu-

Cinta Tidak Selalu Berwujud Bunga


“Daripada memberi bunga kepada pasangan,
Lebih baik buatlah wajahnya berbunga-bunga dengan tindakan nyata”

Kesaksian Seorang Istri...

Suami saya adalah orang yg sederhana.
Saya mencintai sifatnya yg alami.
Saya juga menyukai perasaan hangat yg muncul dalam perasaanku,
ketika bersandar dibahunya yg bidang.

3 th masa perkenalan & 2 th masa pernikahan,
saya harus akui bahwa saya mulai merasa lelah.

Alasan saya mencintainya dulu telah berubah menjadi sesuatu yg menjemukan.

Saya adalah wanita yg sentimental & benar-benar sensitif serta berperasaan halus.

Saya merindukan saat-saat romantis seperti seorang anak yg menginginkan permen,
tapi smua itu tak pernah saya dapatkan.

Suami saya jauh berbeda dari yg saya harapkan.
Rasa sensitifnya kurang. Ketidakmampuannya menciptakan suasana romantis dlm pernikahan kami telah mementahkan semua harapanku akan cinta yg ideal.

Suatu hari saya memberanikan diri u/ mengatakan keputusanku kpdnya,
bahwa saya menginginkan perceraian.

“Mengapa?” Tanya suamiku dgn terkejut.

“saya lelah, kamu tak pernah bisa memberikan cinta yg saya inginkan,” jawab saya.

Suamiku terdiam & termenung sepanjang malam didepan komputernya,
tampak seolah-olah sedang mengerjakan sesuatu, padahal tidak.

Kekecewaanku makin bertambah.

Apalagi yg bisa ku harapkan dari pria yg bahkan tidak dapat mengekspresikan perasaannya?

Akhirnya suamiku bertanya,
”Apa yg dapat ku lakukan u/ mengubah pikiranmu?”

Saya menatap matanya dalam-dalam & menjawab dgn pelan,
”Saya punya pertanyaan.
Jika kau dpt menemukan jawabannya dlm perasaanku,
saya akan mengubah pikiran.

Seandainya saya menyukai setangkai bunga indah yg ada di tebing gunung,
apakah kamu akan memetik bunga itu untukku?

Kita berdua tau jika kamu memanjat gunung itu, kamu akan mati.”

Selasa, 16 November 2010

JER 29:7

Jer 29:7 (KJV),"And seek the peace of the city whither I have caused you to be carried away captives, and pray unto the Lord for it: for in the peace thereof shall ye have peace."

That verse above is the LORD's command for every believer to pray for the city where every believer live and seek the peace of the city, because in the peace thereof shall every believer have peace.

That verse above was said by the LORD through prophet Jeremiah when the Israelite was carried away captives in Babylon and it means that wherever we live, our duties is to pray for the area where we live and seek the peace of the city.

This year Indonesia and another countries over the world is getting disaster by disaster and it's the time for every believer in Indonesia and another countries over the world to pray for the city where they live and seek the peace of the city, because the peace of Indonesia and another countries over the world are also the peace of every believer in Indonesia and another countries over the world.

GBU and family always, my sisters and brothers!

MENGUSIR WEREWOLF dengan KUASA NAMA YESUS


Suatu sore aku sedang mengendarai mobil dari kantorku kembali ke rumah sakit untuk melihat seorang pasien yang makin memburuk keadaannya. Aku sendirian di dalam mobil dan sedang melewati daerah yang sepi yang tidak ada rumah atau bangunan, kira-kira berjarak 1,5 km. Tiba-tiba, sekitar satu blok di depanku ada seekor “binatang buas” besar menghadang di tengah jalan. Pada saat aku makin dekat, dia bangkit dan berdiri di atas kedua kakinya. Aku menekan pedal gas keras-keras dan mencoba untuk menghindarinya, namun mobilku tidak bereaksi. Mobilku bahkan berhenti, dengan mesin tetap hidup, meskipun aku sudah berdoa dan mencoba untuk menjalankannya. Aku duduk terpaku dalam ketakutan terhadap mahluk yang luar biasa jeleknya, yang pernah kulihat. Aku merasa tenggelam di dalam kuasa jahat yang memancar darinya. Dia menarik kepalanya ke belakang dan menggeram – suara paling mengerikan yang tak pernah kulupakan. Kemudian dia melihat lurus ke mataku dan berkata kepadaku,’Lihat, engkau tidak bisa pergi kemana-mana, aku telah menghentikan mobilmu dan tidak ada yang bisa engkau perbuat dengan mobilmu ini. Sekarang aku akan merobek-robek lehermu dan meminum darahmu. Engkau telah mencampuri urusan iblis terlalu lama, aku akan menhukummu. Engkau tidak dapat melawan kekuatanku.’ Rasa takut menyelimutiku, namun aku tahu bahwa aku harus bertahan, karena aku yakin TUHAN tidak menghendaki kematianku pada saat seperti ini. Aku tahu, ada hal yang harus kukerjakan. TUHAN telah mengajarku dengan baik selama sakit kerasku 3 tahun yang lalu. Saat aku mengambil keputusan untuk tetap bertahan, Roh Kudus memberiku ketenangan, damai sejahtera dan kekuatan yang luar biasa dalam jiwaku. Roh Kudus juga memberi pengertian ke dalam pikiranku, bahwa mahluk jahat ini sedang mencoba menakut-nakuti aku, supaya aku panik dan lari. Jika aku berbuat demikian, maka dia akan dapat membunuhku. Sambil menghela napas panjang, aku mengulurkan tangan kananku untuk menunjuk secara langsung ke arahnya dan berteriak,’BERHENTI !!! DI DALAM NAMA YESUS, BERHENTI !!! engkau adalah pelayan iblis !!! aku adalah hamba Yesus Kristus, ALLAH Yang Maha Kuasa !!! TUHAN-ku tidak menghendaki kematianku saat ini. Engkau tidak bisa menyentuhku karena aku masih memiliki tugas yang harus kukerjakan.’- Binatang buas itu berhenti berjalan, tidak bisa bergerak, menggertak dan menggeram dengan marahnya.- Lalu aku mengarahkan jariku kepadanya lagi dan menatap langsung ke matanya serta berkata,’DI DALAM NAMA YESUS, aku perintahkan engkau untuk pergi dari jalanku !!! Saat kematianku belum tiba. SEKARANG PERGI !!!’- dia menggeram sekali lagi, kemudian jatuh dan menghilang masuk ke ladang ilalang yang tinggi. Aku begitu gemetar dan lega sehingga aku sulit mengendarai mobil. Namun saat mobilku makin cepat, aku memuji TUHAN sekali lagi karena “…terhadap amarah musuhku Engkau mengulurkan tanganMu..” (Mazmur 138:7)
*Ini adalah salah satu kisah dokter Rebbeca Brown dalam menghadapi kemarahan iblis (dengan cara mengutus werewolf untuk membunuhnya) karena menolong Elaine, “tokoh utama” Gereja Setan kepada Pertobatan Sejati di dalam Yesus Kristus

*INI BUKAN DONGENG !!! Werewolf, Vampire, Dracula, Shewolf, Zombie adalah manusia-manusia binatang yang terdapat dalam kelompok Gereja Setan. Mereka adalah orang yang menyerahkan tubuhnya 100% kepada iblis untuk kemudian diubahkan fisiknya oleh roh jahat yang kuat, menjadi seperti binatang. Mereka juga dijadikan alat oleh iblis untuk menghukum anggota gereja setan yang tidak patuh kepada iblis, yakni dengan cara mencabik-mencabik tubuh korban.

-Jatuh Itu Anugerah-

Ulangan 32:11-12
Laksana rajawali menggoyang bangkitkan isi sarangnya, melayang-layang di atas anak-anaknya, mengembangkan sayapnya, menampung seekor, dan mendukungnya di atas kepaknya, demikianlah TUHAN sendiri menuntun dia, dan tidak ada allah asing menyertai dia.


Rajawali adalah burung yang terkenal dengan ketangguhannya menghadapi badai, kekuatan sayapnya yang mampu terbang tinggi, dan ketajaman inderanya saat mengejar mangsanya. Semua kekuatan yang didambakan burung mana pun sepertinya dimiliki oleh burung rajawali. Namun kekuatan terbang burung rajawali tidak datang dengan sendirinya.

Rajawali selalu membangun sarang di pohon yang tinggi di puncak bukit yang tinggi dan terjal. Ketika anak-anak rajawali lahir, induk rajawali menjaganya dengan segenap hidup mereka. Semua kebutuhan anak-anak bayi rajawali dipenuhi oleh induknya. Dengan kata lain, bayi rajawali kecil tahu beres akan hidupnya dan tidak dikuatirkan oleh apa pun juga.

Tapi ketika tiba saatnya bagi anak rajawali untuk belajar terbang, ‘tanpa perasaan' induknya akan menjungkir balikkan sarang yang selama ini menjadi tempat berlindung yang nyaman baginya. Tidak tanggung-tanggung, rajawali kecil itu akan terjun bebas beribu-ribu meter menuju batu-batu tajam yang ada di bawahnya. Dalam kepanikannya, ia akan berusaha mengepak-kepakkan sayapnya. Dan di detik terakhir sebelum ia menghujam batu-batu tajam itu, induk rajawali dengan sigap menyambar anaknya, membawanya terbang tinggi ke angkasa, dan menjatuhkan anaknya kembali. Hal ini dilakukannya berulang-ulang sampai sayap anaknya menjadi cukup kuat dan akhirnya ia mampu terbang sendiri.

Pada awalnya mungkin saja anak-anak rajawali itu tidak mengerti maksud dari ‘kekejaman' induknya. Tapi ketika induknya melakukannya berulang-ulang, ia pun mengerti dan menikmati proses belajarnya sampai akhirnya ia bertumbuh menjadi rajawali yang perkasa, sama seperti induknya.Demikian juga dengan hidup kita. Saat kita masih menjadi bayi-bayi rohani, seringkali kita mendapati segala kebutuhan dan keinginan kita terpenuhi dengan instan. Tapi ada saatnya ketika kegoncangan itu datang dan kita terjun bebas, sadarilah bahwa saat itu Allah sedang melatih Anda untuk terbang. Karena kerinduan Tuhan yang terbesar adalah melihat Anda menjadi kuat dan bertumbuh dalam pengenalan yang lebih dalam akan Dia. Tidakkah Anda sadari justru di saat kesesakanlah kita mengalami keperkasaan Allah kita secara nyata?

Jatuh itu anugerah.
Nikmati dengan penuh ucapan syukur dan jadilah kuat.


INFO K3:

*SMS Air Kehidupan :
Kasihmu di bentuk bukan saat engkau ada di tempat yang penuh perhatian, tetapi ketika ada penolakan. Pengharapanmu di bentuk bukan saat engkau ada dalam kepastian tetapi ketika engkau berada dalam keraguan. Imanmu di bentuk bukan saat engkau ada dalam kesejahteraan, tetapi saat ada di dalam penderitaan. Tetaplah bertahan di tengah badai.